Peneliti Muda Berprestasi Internasional: Dr. Arief Budi Witarto, M.Eng.

January 13, 2008 at 7:39 am

[Majalah IPTEK-RISTEK, Maret-April 2004, hal. 18; Oleh Adhi Putranto] [Download file PDF 482 KB] Pria muda kelahiran Lahat, 12 Mei 1971 ini, pada tahun 2004 memperoleh penghargaan sebagai peneliti terbaik dari Yayasan Toray Indonesia dengan tema riset rekayasa protein untuk kedokteran, khususnya untuk mendiagnosa diabetes dan kanker dengan basis protein. Peneliti yang berpenampilan kalem ini, melakukan penelitiannya di Laboratorium Pusat Penelitian Bioteknologi-Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Setelah menyelesaikan sekolah menengahnya di SMAN 1 Yogyakarta tahun 1989, Arief muda kemudian mendapatkan beasiswa dari Kementerian Riset dan Teknologi melalui program Science and Technology for Industrial Development (STAID), pada tahun 1991, untuk mengikuti pendidikan lanjutan di jurusan bioteknologi di Tokyo University of Agriculture and Technology, Jepang. Sampai akhirnya, Arief mampu meraih gelar doktor (pada 2000) di universitas yang sama di negeri Sakura.

Soal karya hasil penelitiannya tidak perlu diragukan lagi. Pria berputra empat ini telah banyak menghasilkan penelitian dan karya ilmiah di bidang Bioteknologi yang bertaraf internasional. Ia juga kerap menulis artikel tentang bioteknologi di media cetak nasional. Diantara kesibukannya ia juga masih menyempatkan memberikan kuliah dan bimbingan kepada mahasiswa di UI, IPB dan almamaternya Tokyo University of Agriculture and Technology, Jepang, serta seminar-seminar berskala nasional dan internasional. Selain itu Arief juga masih disibukkan dengan kegiatan-kegiatan lain, di organisasi dan sebagai editor jurnal-jurnal nasional atau internasional.

Pada tahun 2003, ia terpilih sebagai peneliti muda untuk bidang ilmu pengetahuan teknologi dan rekayasa dengan topik: Protein engineering of beta-propeller proteins and signal transduction proteins and signal transduction proteins for medical applications. Dalam tulisannya di Kompas, 14 April 2003, ia menyarankan untuk bertani protein (molecular farming) dengan memanfaatkan tanaman untuk menghasilkan protein yang memiliki potensi di bidang kedokteran/obat-obatan, industri pangan dan sebagainya.

Tak kalah menariknya, ia juga memberikan pencerahan akan pentingnya pemanfaatan teknologi informasi (TI) dalam pemanfaatan dan penguasaan bioteknologi yang kemudian melahirkan istilah ‘bioinformatika’. “Walaupun negara berkembang kurang berpartisipasi dalam eksperimen bioteknologi, namun peluang untuk memanfaatkannya melalui bioinformatika terbuka lebar karena sifatnya yang terbuka”, demikian dalam satu tulisannya.

Arief merupakan aset bangsa yang sangat berharga dan menjadi inspirasi bagi intelektual untuk tertarik pada bidang penelitian khususnya disiplin ilmu yang sedang berkembang pesat seperti bioteknologi.

Entry filed under: 4. PROFIL, Bioinformatika, Molecular Farming. Tags: .

Prestasi Mereka Mendunia “Sumbangan” Bush untuk Sains Dunia ?


Categories

January 2008
M T W T F S S
     
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Blog Stats

  • 117,991 hits

%d bloggers like this: