Pemenang Penghargaan Toray 2004

January 11, 2008 at 9:48 pm

[Ensiklopedi Tokoh Indonesia; Februari 2004; Oleh anonymous] Yayasan Sains Toray Indonesia (ITSF) bertepatan dengan ulang tahunnya ke-10 memberikan Penghargaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Toray tahun 2004 kepada 31 orang yang terdiri atas para peneliti dengan proposal dan hasil penelitian maupun guru sekolah menengah umum dengan alat peraga untuk menjelaskan pelajaran ilmu pengetahuan alam (IPA), Selasa (3/2/04), di Ballroom Hotel Shangri-La, Jakarta. Mereka itu berhasil menyisihkan ratusan peserta lain dari berbagai wilayah Indonesia.

Menneg Riset dan Teknologi Hatta Radjasa pada kesempatan itu mengatakan pemberian hibah atau penghargaan dari kalangan swasta seperti ini perlu dilakukan karena pemerintah belum mampu memberi dana yang cukup untuk penelitian.

Selain dihadiri Menristek, acara itu juga dihadiri Prof Ryoji Noyori dari Universitas Nagoya Jepang, pemenang Nobel bidang kimia tahun 2001, yang diundang secara khusus, dan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Satryo Soemantri Brodjonegoro.

Penghargaan iptek diberikan kepada Dr Arief Budi Witarto M.Eng., peneliti di pusat penelitian Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, dan Dr rer Nat Evvy Kartini dari Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), yang terpilih sebagai pemenang menyisihkan 25 peserta lainnya. Kedua peneliti ini dipandang menghasilkan penelitian yang berguna untuk pengembangan iptek dan masing- masing memperoleh Rp 60 juta.

Tema riset Arief adalah rekayasa protein untuk dunia kedokteran, khususnya mendiagnosa diabetes dan kanker dengan basis protein. Sementara tema riset Evvy adalah penelitian dan pengembangan kacamata superionik dengan sistem kerja yang bertumpu pada netron.

Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada 19 peneliti muda dari 150 peserta seluruh Indonesia. Mereka menerima hadiah uang sebesar Rp 25 juta-Rp 50 juta. Proposal penelitian mereka dinilai tim seleksi memiliki tema yang penuh harapan.

Juga ada sepuluh guru SMU bidang studi IPA dari seluruh Indonesia yang dinilai berhasil mengembangkan metode pengajaran kreatif dan inovatif. Mereka masing- masing mendapat penghargaan Rp 17,5 juta.

Penerima penghargaan Iptek Toray 2004 Dr Arief Budi Witarto M.Eng. mengatakan sistem pendukung penelitian di Indonesia masih tidak mendukung. Kondisi ini membuat ia dan rekan-rekannya enggan menekuni penelitian. Salah satu yang tidak mendukung itu adalah anggaran penelitian. Menurutnya, penggunaan anggaran selama ini ditentukan pihak administrasi, bukan peneliti yang bersangkutan. “Semestinya dikendalikan peneliti dengan dibantu administrasi sehingga bisa konsentrasi,” ungkap peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) itu.

Begitu pula mengenai sistem penilaian karya. Di Indonesia, kata Arief, penilaian hasil penelitian lebih bersifat kuantitas, seperti tebal laporan dan jumlah halaman. Sementara di luar negeri, kualitas isi diutamakan. Peneliti yang pernah 12 tahun belajar di Jepang itu menjelaskan, salah satu ukuran kualitas penelitian di luar negeri adalah hasil penelitian yang dipublikasikan dibaca seberapa banyak orang. Sementara di Indonesia masih sebatas laporan belaka.

Mengenai anggaran penelitian, Menristek Hatta Radjasa mengakui masih jauh dari cukup. Pemerintah hingga saat ini memang belum mampu menyediakan dalam jumlah besar. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan departemen riset dan LIPI, besar anggaran penelitian tahun 2004 hanya 0,05 persen dari pendapatan domestik bruto.

Jumlah itu terkecil di antara bangsa-bangsa di Asia. Keterbatasan ini masih dikenai pajak sehingga jumlahnya semakin kecil.

Sementara, Prof Dr Ryoji Noyori, penerima penghargaan Nobel bidang kimia tahun 2001 dari Universitas Nagoya, Jepang, merasa sulit mengomentari mengapa iklim penelitian di Indonesia tidak berkembang. Sebab pengalamannya menunjukkan, secara individual kemampuan para peneliti Indonesia tidak berbeda dibandingkan dengan peneliti negara maju.

Namun sebagai pembanding ia menjelaskan sistem pengembangan sumber daya manusia maupun pengembangan penelitian di Jepang yang bertumpu pada tiga hal. Yakni, guru yang baik, murid yang baik, dan sistem yang baik. Menurut Presiden Lembaga Penelitian Kimia dan Fisika (RIKEN) sekaligus Profesor Universitas Nagoya itu, dengan guru, murid, dan sistem yang baik, Indonesia akan mampu mengejar ketertinggalannya dari negara-negara maju, seperti Amerika Serikat (AS) dan Jepang, dalam tempo 5-10 tahun.

Pemenang Penghargaan Toray 2004
Sains dan Teknologi
1. Dr Arief Budi W M.Eng, LIPI

2. Dr rer Nat Evvy Kartini, Batan.

Dana Peneitian Sains dan Teknologi
1. Feri Adriyanto Msi, Universitas Sebelas Maret
2. Puji Astuti MSc Apt, Universitas Gajah Mada
3. Dr Dyah Perwitasari, IPB
4. Dr Ir Meta Mahendradatta, Universitas Hasanuddin
5. Ir Achmad Subagio MAgr PhD, Universitas Jember
6. Mardiyanto Msi Apt, STIFI Bakti Pertiwi Palembang
7. Ocky Karna R MSc PhD, Universitas Diponegoro
8. Dr rer Nat Makky Sandra Jaya, ITS Surabaya
9. Dr Ir Bondan T Sofyan Msi, Universitas Indonesia
10. Roga Florida Kembaren Msi, ITB
11. Ernawati Arifin Giri R PhD, ITB
12. Budi Saksono MSc, LIPI
13. Vanny Narita PhD, BPPT
14. Dr Ir Ade Kadarusman, LIPI
15. Bambang Wispriyono PhD, Universitas Indonesia
16. Dr sc agr Didik Sulistyanto, Universitas Jember
17. Dr Ir Iwan Taruna Meng, Universitas Jember
18. Dr Ir Tutik Kuswinanti MSc, Universitas Hasanuddin
19. Suminar Pratapa MSc PhD, ITS Surabaya.

Penghargaan Pendidikan IPA
1. Holila Fauza SPd, SUMN 14 OKU Sumatera Selatan
2. Arif Sartono, SMU Santa Ursula Jakarta
3. Herningsih SPd, SMUN 1 Kampak Jawa Timur
4. Remigius G Susilowarno, SMU Stella Duce 1 Yogyakarta
5. Jamallulail SPd, SMU Islam Al-Azhar 1 Jakarta
6. Teguh Hadi Santosa SPd, SMUN 1 Nanga Pinoh Kalbar
7. Isnainy Fadjarijah SPd, SMUN 1 Arosbaya Bangkalan
8. Drs Ided Solihin, SMUN 1Cibatu Garut
9. Drs Nico Buiney MMT, SMUN 1 Biak Kota Papua
10. Lianah SPd, SMU Pondok Modern Selamat, Kendal, Jateng.

Yayasan Sains Toray Indonesia (Indonesia Toray Science Foundation-ITSF)
Alamat :
SUMMITMAS II, 3rd Floor
Jl. Jend. Sudirman Kav. 61-62
PO BOX 6912 JKSST
Jakarta 12190, INDONESIA
Phone: (021) 5220785
Fax: (021) 5202041, Telex: 60771
E-mail: itsf@ina.toray.co.id
Website: http://www.itsf.co.id

Entry filed under: Riset & Laboratorium, Science & Technology Award. Tags: .

Melinting Tembakau Jadi Pabrik Protein Mahasiswa Harus Berani Berinovasi


Categories

January 2008
M T W T F S S
     
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Blog Stats

  • 117,955 hits

%d bloggers like this: