Klaster Bioteknologi Bisa Entaskan Kemiskinan

January 10, 2008 at 8:56 pm Leave a comment

[Republika, Rabu, 7.12.2005; Oleh imy] Jakarta – Indonesia memiliki potensi luar biasa besar dalam industri rekayasa biologi (bioengineering) mengingat melimpahnya sumber daya hayati. Namun, diperlukan strategi jitu agar inovasi bidang bioteknologi ini mampu berdaya saing dan kelak menggerakkan roda perekonomian.

Salah satu strategi jitu tersebut adalah sistem cluster (klaster). Di negara-negara maju, sistem berbasis integrasi antarsektor ini terbukti mampu meningkatkan produktivitas, daya saing, interkoneksi, yang pada gilirannya mendongkrak perekonomian negara.

Klaster adalah kumpulan industri sekaligus institusi pemerintah, lembaga pendidikan (universitas), lembaga riset, yang bekerja pada satu bidang khusus yang sama dalam satu lokasi geografis. Contoh klaster yang terkenal adalah Sillicon Valley di California, Amerika Serikat (AS) dalam bidang informasi teknologi (IT) atau Hollywood dalam industri entertaintment.

Menurut Arief Budi Witarto, pakar bioengineering dari Pusat Penelitian Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), setelah IT, bioteknologi akan menjadi masa depan ekonomi berbasis inovasi teknologi. Negara-negara maju sejak lama menangkap sinyal tersebut, dan telah membangun klaster-klaster bioteknologi untuk menciptakan produk kesehatan, pangan, atau kelautan.

Kurang dari 25 negara di dunia yang memiliki klaster bioteknologi. AS adalah yang terbesar, dengan tujuh klaster yang tersebar di tujuh negara bagian. Singapura tak ketinggalan, yang terbukti meningkatkan competitiveness negara kota itu secara signifikan. Belakangan, India turut membangun Genome Vallley, sebuah klaster bioteknologi yang mencengangkan, di Hyderabad.

Genome Valley Hyderabad memiliki Center for DNA Fingerprinting and Diagnostic (CDFC), sebuah pusat bioinformatika terlengkap di Asia, dan menjadi rujukan di benua ini. ”Ini amat mengesankan. India sadar betul tentang masa depan bioteknologi, serta kaitannya dengan gelombang ekonomi masa mendatang. Itu perlu kita contoh supaya kelak kita tak kalah bersaing di era global ini,” terang Arief, Selasa (6/12).

Menurutnya, rencana pembangunan klaster bioteknologi di wilayah segitiga Bogor, Depok, dan Tangerang, Jawa Barat, perlu dijadikan keniscayaan. Area ini, menurut dia, amatlah potensial lantaran terdapat Puspitek, IPB, Pusat Penelitian Biotek LIPI, Litbang Departemen Pertanian, atau UI. ”Semuanya bisa masuk ranah bioteknologi. Tapi tentu saja, itu tak akan berarti apa-apa tanpa sentuhan kebijakan pemerintah pusat dan daerah,” ia menegaskan.

Sulit dipungkiri, kata Arief, ekonomi negara-negara maju adalah ekonomi berbasis inovasi teknologi. Dan sistem klaster adalah urat nadinya. Integrasi berbagai sektor pada satu lokasi, kata Arief, memungkinkan adanya peningkatan produktifitas, stimulasi, komersialisasi, serta efisiensi. Ini dapat dilakukan melalui pertukaran informasi, koordinasi antarperusahaan, kemudahan eksperimen, ketersediaan tenaga terampil, serta persaingan. ”Peningkatan pertumbuhan ekonomi, pada gilirannya dapat mengentaskan kemiskinan,” tuturnya.

Menurut Meika Rusli, dari tim pengelola Bio-Island Ristek, pembangunan klaster bioteknologi di wilayah tadi tengah digagas. Namun, pembangunan Serpong Bio Park seluas 20 hektare itu masih memerlukan komitmen banyak stakeholder, terutama pemerintah.

Entry filed under: 2. RISET, Bioisland & Klaster. Tags: .

Gus Dur Khawatirkan Keutuhan Indonesia Industri Farmasi Lokal Bisa Produsi Insulin Sendiri

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Categories

January 2008
M T W T F S S
     
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Blog Stats

  • 117,955 hits

%d bloggers like this: