Vaksinasi Tanpa Jarum Suntik

January 5, 2008 at 5:28 pm Leave a comment

[Departemen Penyakit Dalam FK-UI, Jan.2007; Oleh Vina] Pasien yang takut disuntik kelak bisa sedikit bernapas lega. Saat ini telah ditemukan vaksin yang bisa dimakan, tanpa perlu disuntikkan. Dengan mengonsumsi pisang seseorang bisa mendapat kekebalan tubuh terhadap hepatitis B.Vaksin yang dapat dimakan (edible) merupakan salah satu hasil kemajuan bioteknologi yang memanfaatkan tanaman untuk memproduksi protein yang bermanfaat bagi bidang kesehatan (molecular farming). Teknologi molecular farming kini tengah dikembangkan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) karena lebih menguntungkan bila diterapkan di Indonesia dibandingkan penggunaan sel hewan yang telah lebih dulu dikembangkan.

Seperti dijelaskan oleh DR. Arief Budi Witarto seorang peneliti LIPI dalam acara kuliah tamu yang diadakan Divisi Alergi-Imunologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM pada tanggal 3 Januari 2007, ada beberapa keunggulan penggunaan tanaman jika dibandingkan sel hewan untuk memproduksi protein. Biaya yang dikeluarkan dengan pemanfaatan tanaman lebih rendah jika dibandingkan sel hewan. Selain itu, di Indonesia yang merupakan negara agraris pemanfaatan tanaman lebih mudah dilakukan. Penggunaan tanaman juga lebih aman bagi umat islam karena kehalalan lebih terjamin.

Selain produksi vaksin hepatitis B dengan menggunakan pisang, ada beberapa penelitian lain yang sedang dilakukan oleh LIPI. Saat ini tengah dikerjakan penggunaan tembakau untuk memproduksi interferon dan albumin.

Bagaimana tanaman bisa menghasilkan protein seperti yang diinginkan? Pada pemanfaatan daun tembakau misalnya. Gen penyandi protein disisipkan dalam genom tanaman di kloroplas sehingga tanaman yang dihasilkan dapat memproduksi protein obat yang bermanfaat. Daun tembakau yang dipanen lalu digerus. Cairan yang didapatkan kemudian dimurnikan dengan kromatografi.

Pengembangan protein dengan menggunakan tanaman jangan sampai berhenti pada penelitian saja. Di masa yang akan datang diharapkan protein yang diperoleh melalui teknik molecular farming dapat diproduksi di Indonesia dalam jumlah besar.

Entry filed under: 1. BIOTEKNOLOGI, Molecular Farming. Tags: .

Inovasi Melalui Riset dan Pengembangan Nanobioteknologi untuk Kesehatan

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Categories

January 2008
M T W T F S S
     
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Blog Stats

  • 117,955 hits

%d bloggers like this: