Tembakau Dapat Hasilkan Protein Anti-Kanker

January 5, 2008 at 4:31 pm Leave a comment

[Antara, Kamis, 14.6.2007; Oleh anonymous] Jakarta – Tembakau tidak selalu berkonotasi negatif sebagai penyebab kanker, ternyata tanaman tersebut dapat pula menghasilkan protein anti-kanker yang berguna bagi penderita kanker, kata peneliti dari Pusat Penelitian Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), DR Arief Budi Witarto MEng.

Proposal penelitian soal inilah yang membawa Doktor Bioteknologi dari Fakultas Teknik, Tokyo University of Agriculture and Technology, Jepang itu meraih penghargaan dari Badan riset Jerman DAAD dan Fraunhofer di Jakarta, Rabu.

Dalam usulan risetnya itu Arief mencoba untuk memproduksi protein penting “Growth Colony Stimulating Factor” (GCSF) dengan menggunakan tanaman tembakau (Nicotiana spp., L.) lokal dari varietas yang paling sesuai “genjah kenongo” dari 18 varietas lokal yang ditelitinya.

Tanaman tembakau ini tidak diambil daun tembakaunya untuk memproduksi rokok tetapi dimanfaatkan sebagai reaktor penghasil protein GCSF, suatu hormon yang menstimulasi produksi darah.

“Protein dibuat oleh DNA dari tubuh kita, kita masukkan DNA yang dimaksud itu ke tembakau melalui bakteri, begitu masuk, tumbuhan ini akan membuat protein sesuai DNA yang dimasukkan. Kalau tumbuhan itu panen, kita dapat cairannya berupa protein,” katanya.

Selain untuk protein antikanker, GSCF, ujarnya, bisa juga untuk menstimulasi perbanyakan sel tunas (stemcell) yang bisa dikembangkan untuk memulihkan jaringan fungsi tubuh yang sudah rusak.

Arief memang pakar di bidang rekayasa protein dan telah banyak menerima penghargaan, antara lain Paramadina Award 2005 untuk bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dari Universitas Paramadina dan PII Engineering Award 2005 untuk kategori Adhicipta Rekayasa atau Best Creation in Engineering dari PII/Persatuan Insinyur Indonesia.

Sebelumnya ia juga telah menerima penghargaan lain yaitu Science and Technology Award 2003 dari Indonesia Toray Science Foundation (ITSF) dan Peneliti Muda Terbaik Indonesia 2002 untuk bidang Ilmu Pengetahuan Teknik dan Rekayasa dari LIPI.

Ia juga pernah terpilih dengan nilai tertinggi mewakili Indonesia bersama empat peneliti muda Indonesia lainnya dengan undangan resmi dari Pemerintah Jerman untuk menghadiri Pertemuan Para Penerima Hadiah Nobel di kota Lindau Jerman. (*)

Entry filed under: 1. BIOTEKNOLOGI, 3. PENGHARGAAN, Molecular Farming, Technopreneur Award. Tags: .

LIPI Gelar Temu Peneliti Berprestasi Arief Budi Witarto Raih Technopreuner Award 2007

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Categories

January 2008
M T W T F S S
     
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Blog Stats

  • 117,955 hits

%d bloggers like this: