Penghargaan Toray 2004

January 5, 2008 at 5:41 pm Leave a comment

[Kompas, Rabu, 4.2.2004; Oleh GSA] Jakarta – Penghargaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Toray tahun 2004 diberikan kepada 31 orang, Selasa (3/2), di Jakarta. Mereka yang terdiri atas para peneliti dengan proposal dan hasil penelitian maupun guru sekolah menengah umum dengan alat peraga untuk menjelaskan pelajaran ilmu pengetahuan alam (IPA) itu berhasil menyisihkan ratusan peserta lain dari berbagai wilayah Nusantara.Hadiah diserahkan oleh Yayasan Sains Toray Indonesia (ITSF) bertepatan dengan ulang tahun ke-10 ITSF.

Secara khusus ITSF mengundang Prof Ryoji Noyori dari Universitas Nagoya Jepang, pemenang Nobel bidang kimia tahun 2001. Hadir pula Menneg Riset dan Teknologi Hatta Radjasa dan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Satryo Soemantri Brodjonegoro.

“Pemberian hibah atau penghargaan dari kalangan swasta seperti ini perlu dilakukan karena pemerintah belum mampu memberi dana yang cukup untuk penelitian,” kata Hatta dalam sambutannya.

Penghargaan iptek masing- masing Rp 60 juta diberikan kepada dua pemenang yang dipandang menghasilkan penelitian yang berguna untuk pengembangan iptek. Setelah diseleksi ketat oleh tiga anggota komite seleksi ITSF, Dr Arief Budi Witarto MEng, peneliti di pusat penelitian Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, dan Dr rer Nat Evvy Kartini dari Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), terpilih sebagai pemenang menyisihkan 25 peserta lainnya.

Tema riset Arief adalah rekayasa protein untuk dunia kedokteran, khususnya mendiagnosa diabetes dan kanker dengan basis protein.

Adapun Evvy menerima penghargaan untuk penelitiannya yang bertema penelitian dan pengembangan kacamata superionik dengan sistem kerja yang bertumpu pada netron.

Penghargaan juga diberikan kepada 19 peneliti muda dari 150 peserta di seluruh Indonesia. Proposal penelitian mereka dinilai tim seleksi memiliki tema yang penuh harapan. Mereka menerima hadiah uang sebesar Rp 25 juta-Rp 50 juta.

Salah satunya adalah proposal pengembangan material (campuran) logam ringan (light alloy) untuk diaplikasikan pada bidang otomotif oleh Dr Ir Bondan T Sofyan MSi.

Selain itu, ada sepuluh guru SMU untuk mata pelajaran IPA di seluruh Indonesia yang dinilai berhasil mengembangkan metode pengajaran yang kreatif dan inovatif. Mereka masing- masing mendapat penghargaan Rp 17,5 juta.

Contoh media pengajaran IPA di SMU adalah biodiversiti hutan tropis sebagai media pengajaran sumber daya plasma nutfah oleh Teguh Hadi Santosa, serta reaktor eksoterm sebagai generator bertenaga rendah untuk mengajarkan Termokimia oleh Isnainy Fadjarijah.

Entry filed under: 3. PENGHARGAAN, Science & Technology Award. Tags: .

Kehidupan Peneliti di Kuba Prof Dr Ryoji Noyori: Guru, Murid, dan Sistem Kunci Keberhasilan

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Categories

January 2008
M T W T F S S
     
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Blog Stats

  • 117,991 hits

%d bloggers like this: