MIFTA Kedepankan IT Bernafaskan Islam

January 5, 2008 at 6:27 pm Leave a comment

[Repubika, Senin, 17.2.2003; Oleh ant] Bogor – Munas II Muslim Information Technology Association (MIFTA) berhasil melahirkan pengurus baru dan mendapat amanah untuk menjadikan asosiasi itu sebagai wadah kajian IT (teknologi informasi) bernafaskan ke-Islaman. ”Kajian itu antara lain mampu mengeluarkan draf-draf standarisasi IT baik skala nasional maupun internasional,” kata Sekjen MIFTA, Jaja Triharja, di Bogor, Minggu.

Dikatakannya standar versi MIFTA ini diperlukan sehubungan terkait dengan nilai-nilai Islami yang harus mewarnai para pemain dan konsumen IT muslim. Dalam konteks itu, katanya, MIFTA membangun jaringan ke luar negeri sebagai salah satu upaya untuk memperkuat dan memperbesar jaringan MIFTA.

Sejak tahun lalu, telah dijalin kerjasama dengan IIFTIHAR (The International Islamic Forum for Science, Technology and Human Resources Development). Lembaga ini telah memiliki koneksi ke banyak negara Muslim.

Pada Munas II yang berlangsung di Bogor, pekan lalu, terpilih sebagai Ketua MIFTA periode 2003-2006, Dr Kun Wardana Abyoto dan Sekjen Jaja Triharja. Pengurus baru disamping mendapat tugas-tugas yang diamanahkan Munas juga diberi amanah untuk menyiapkan regenerasi dalam 3 tahun ke depan ini.

Jaja Triharja menjelaskan, sebelum pelaksanaan Munas II juga digelar seminar nasional mengenai dunia IT dengan menghadirkan sejumlah pakar. Pakar IT yang juga mantan dosen Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr Onno W Purbo memberikan usulan kepada MIFTA untuk secara berkesinambungan mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat seluas-luasnya tentang IT.

Sebagai contoh, ia menjelaskan apa yang dilakukan Amerika Serikat (AS) yang hingga saat ini masih sebagai leader dalam dunia IT. ”Di kampung-kampung yang ada di Amerika, 90 persen masyarakatnya telah memanfaatkan akses internet, bahkan isunya saat ini adalah bagaimana mendapatkan akses internet broadband,” katanya.

Pada kesempatan itu, Onno W Purbo juga mendemonstrasikan apa yang dirintisnya saat ini, yakni penggunaan VOIP Merdeka. Dengan VOIP Merdeka masyarakat yang memiliki akses internet baik dial-up maupun dedicated dapat melakukan komunikasi suara baik lokal, antarkota, bahkan luar negeri.

Biaya komunikasi suara tersebut menjadi bebas biaya, karena sudah termasuk biaya akses internet dan pulsa lokal bagi user dial-up. Perangkat tambahan yang dibutuhkan adalah headset, dan software netmeeting yang dapat di-download secara gratis.

Sementara itu, Dr Arief B Witarto, membahas tentang Bioinformatika yakni, sebuah perkawinan Bioteknologi dan Informatika. Ini sebagai tantangan baru untuk para pakar IT dan merupakan sebuah proyek sangat besar terkait pengolahan data DNA, misalnya.

Entry filed under: 1. BIOTEKNOLOGI, Bioinformatika. Tags: .

Senjata Pemusna Masal Peneliti Muda Rebut Prestasi Nasional 2002

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Categories

January 2008
M T W T F S S
     
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Blog Stats

  • 117,955 hits

%d bloggers like this: