Jalan ke Pertanian Protein

January 5, 2008 at 5:56 pm Leave a comment

[Koran Tempo, Rabu, 8.2.2006; Oleh Dody Hidayat] Arief B. Witarto dan Kelompok Rekayasa Proteinnya dari Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI di Cibinong sedang merintis bertani protein menggunakan tumbuhan. Setahun yang lalu ia mulai dengan tumbuhan tembakau kerja sama dengan Fraunhofer Institute for Molecular Biology and Applied Ecology dari Jerman dan Kimia Farma. Kini Arief juga bercita-cita menyisipkan gen protein rekombinan ke dalam genom tumbuhan lain yang asli Indonesia, yakni kantong semar (Nepenthes sp.). Untuk memahami biologi molekul kantong semar, khususnya enzim apa saja yang terdapat di kantong dan cairannya, Arief dan mahasiswanya mencoba mengisolasi protein dan memurnikannya. Ia juga melakukan penumbuhan kultur jaringan. Dua tahap telah sukses dilakukan, termasuk penelitian bioteknologi pertama di dunia untuk tumbuhan karnivora itu.

* Isolasi protein: dari sampel cairan di kantong Nepenthes gymnamphora dapat dimurnikan satu mililiter protein.

* Uji aktivitas: protein itu merupakan enzim protease, diyakini sebagai Nepenthesin I dan Nepenthesin II yang merupakan protein dominan di dalam sampel.

* Kultur jaringan: berhasil melakukan kultur jaringan Nepenthes mirabilis dan Nepenthes ampullaria untuk pertama kalinya. Kedua tumbuhan kantong semar itu berasal dari Kalimantan. Callus kelompok sel dapat ditumbuhkan pada batang–bahan yang dikultur dalam waktu enam bulan.

* Tunas: dihasilkan juga tunas yang tumbuh menjadi daun. Pada daun juga dapat muncul kantong untuk dua spesies tersebut.

* Transformasi stabil: gen penyandi enzim salidase dan protein human erythropoietin disisipkan dengan bantuan bakteri ke genom kantong semar. Nantinya tumbuhan akan memproduksi protein rekombinan seterusnya dan diturunkan kepada keturunannya.

* Budi daya: orang Indonesia ternyata ada yang telah mampu membudidayakan kantong semar. Contohnya Apriza Suska, yang mampu membuat formula pupuk untuk menumbuhkan kantong semar yang sehat, memiliki kantong berukuran besar, dan jumlah yang banyak, yaitu hampir setiap daun memiliki kantong.

Entry filed under: Molecular Farming. Tags: .

Indonesia Rintis “Molecular Farming” Five RI Delegates to Meet 53 Nobel Prize Laureates in Germany

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Categories

January 2008
M T W T F S S
     
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Blog Stats

  • 117,991 hits

%d bloggers like this: