Biotechnology as a challenge

January 5, 2008 at 5:23 pm 1 comment

[IBSF, Ahad, 25.3.2007; Oleh anonymous] Seminar wilayah Biotechnology as a Challenge, yang dilaksanakan pada tanggal 25 Maret 2007, merupakan upaya untuk membangun ketertarikan positif terhadap aplikasi bioteknologi di Indonesia. Seminar tersebut dilaksanakan oleh Indonesian Biotechnology Students’ Forum (IBSF) bekerja sama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Gajah Mada (BEM FA-UGM). Seminar dibuka di ruang sidang fakultas Farmasi UGM, Yogyakarta oleh Dr. Edy Meiyanto M.Si., Apt sebagai Wakil dekan Fakultas Farmasi UGM. Peserta yang hadir dalam seminar ini berasal dari universitas yang berbeda, antara lain Universitas Gajah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjajaran (UNPAD), Universitas Jendral Soedirman (UNSOED), Universitas Sanatha Dharma (USD), dan berbagai universitas di Yogyakarta.Pembicara dalam seminar ini antara lain Dr. Arief Budi Witarto M.Eng., Peneliti LIPI membawakan materi “Bioteknologi di Indonesia : Kondisi dan Peluang”, dan Prof. drh. Widya Asmara, SU., PhD., PAU-UGM yang membawakan materi “Aplikasi Bioteknologi dalam Deteksi Virus Avian Influenza”, serta perkenalan Indonesia Biotechnology Students’ Forum (IBSF) oleh Kalman E. Wijaya selaku ketua IBSF.

Para peserta seminar mendapatkan informasi tentang perkembangan bioteknologi dan aplikasinya yang terbaru di dunia dan di Indonesia khususnya. Dr. Arief Witarto memaparkan kondisi bioteknologi di dunia dan saat ini di Indonesia. Aplikasi bioteknologi sendiri terlihat semakin meningkatkan kesejahteraan manusia. Beberapa aplikasi yang menonjol yang didiskusikan di sesi ini adalah di bidang farmasi dan pangan. Prof Widya Asmara menerangkan bagaimana metode real time RT-PCR sebagai suatu cara biotechnology molecular diagnostic yang dipergunakan dalam deteksi virus avian flu yang terdapat di pasien. Dengan metode deteksi ini akan didapatkan hasil yang akurat serta cepat.

Para peserta seminar terlihat antusias dengan diadakannya seminar kali ini. Hal ini dilihat ketika sesi diskusi/tanya-jawab, para peserta senantiasa aktif. Diharapkan melalui seminar seperti ini pengenalan dan perkembangan bioteknologi di Indonesia akan semakin merata dan semakin maju.

Entry filed under: 2. RISET, Bioteknologi & Industri, Riset & Pendidikan. Tags: .

Fraunhofer IME has started project Molecular Farming on May 2005 Inovasi Melalui Riset dan Pengembangan

1 Comment Add your own

  • 1. moko31  |  June 9, 2009 at 12:06 pm

    salam hormat pak !!
    hidup BIOTEK Indonesia

    Sarmoko
    Fakultas Farmasi UGM

    Reply

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Categories

January 2008
M T W T F S S
     
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Blog Stats

  • 117,991 hits

%d bloggers like this: