Arief Budi Witarto Raih Technopreuner Award 2007

January 5, 2008 at 5:01 pm Leave a comment

[Netsains, Rabu, 13.6.2007; Oleh Merry Magdalena] Jakarta – Satu lagi putera Indonesia mengukir prestasi internasional. SMS itu datang dari Arief Budi Witarto sekitar sepekan silam. Isinya, “ Saya ingin kabarkan kalau saya baru terpilih sebagai penerima penghargaan Fraunhofer-DAAD-Award 2007 dari Jerman untuk riset tentang tembakau molecular farming.” Sore ini ( 13 Juni) seremonial penerimaan penghargaan tersebut akan dilakukan di gedung BPPT Jakarta.Penghargaan yang popular dengan nama Technopreneur Award ini akan memberi kesempatan Arief melakukan penelitian bersama di salah satu Fraunhofer Institut di Jerman dan sejumlah uang saku. Sedangkan DAAD akan memberi beasiswa selama empat bulan kunjungan penelitian.

Arief telah menekuni bidang pertanian molekuler alias molecular farming sejak 2003 bersama timnya di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Proyek ini telah melahirkan perkebunan molekuler di Cibinong Science Center.

LIPI telah merintis penelitian molecular farming dengan fokus pada protein untuk pengobatan, yaitu human erythropoietin untuk penyakit anemia, dan protein untuk diagnosis, yaitu sialidase untuk kanker menggunakan tanaman tembakau.

Dengan hasil itu, LIPI bekerja sama dengan Fraunhofer untuk mengembangkan teknologi molecular farming di negara tropis. Teknologi ini sangat sesuai dikembangkan di iklim tropis dan bertanah subur seperti Indonesia. Molecular farming muncul pada tahun 1980-an dan kemudian dikembangkan di Eropa dan Amerika secara intensif.

Dalam waktu tiga tahun, direncanakan sudah diperoleh hasil yang dapat dilanjutkan untuk produksi tingkat industri oleh PT Kimia Farma, Tbk. Melalui hasil penelitian ini diharapkan harga obat-obat biofarmasetik yang penting, dapat lebih dijangkau masyarakat luas.

Sehari-hari Arief adalah Ketua Kelompok Penelitian Rekayasa Protein di Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, Cibinong, Bogor. Bersama dengan Dr. Stefan Schilliberg dari Fraunhofer Institute for Molecular Biology and Applied Ecology, ia meneliti pembuatan protein farmasi untuk perawatan penderita kanker dengan tanaman tembakau lokal.

Entry filed under: 1. BIOTEKNOLOGI, 3. PENGHARGAAN, Molecular Farming, Technopreneur Award. Tags: .

Tembakau Dapat Hasilkan Protein Anti-Kanker Dua Peneliti Indonesia Terima Penghargaan Fraunhofer Award

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Categories

January 2008
M T W T F S S
     
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Blog Stats

  • 117,955 hits

%d bloggers like this: