Gus Dur Hadir, Presiden SBY & Dua Mantan Presiden Absen

January 4, 2008 at 10:49 pm Leave a comment

[Detik, Senin, 15.8.2005; Oleh Iqbal Fadil] Rencana Cak Nur mempertemukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan tiga mantan Presiden RI dalam acara peringatan HUT RI ke-60 gagal. Acara yang digelar di Gedung Arsip Nasional, Jakarta Pusat, ini hanya dihadiri mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur).Presiden SBY dan dua mantan Presiden RI lain yang diundang, Soeharto dan Megawati Soekarnoputri, tidak hadir. Tidak ada penjelasan soal ketidakhadiran mereka. Sedangkan BJ Habibie yang berada di Jerman memang tidak diundang.

Gus Dur tiba di lokasi acara di Gedung Arsip Nasional, Jl. Gajah Mada, Jakarta, pada pukul 19.30 WIB, Senin (15/8/2005). Gus Dur yang datang bersama istrinya, Sinta Nuriyah, kemudian ditempatkan di meja yang memiliki empat kursi yang terletak paling depan.

Di meja VVIP inilah sebenarnya direncanakan Presiden SBY dan tiga mantan presiden duduk saling berhadapan dan beramah tamah.

Sang pengundang, cendekiawan Muslim Noercholis Madjid juga tidak hadir dengan alasan kesehatan. Cak Nur, demikian ia biasa dipanggil, hanya memberikan sambutan lewat rekaman video yang diputar pada pukul 20.00 WIB.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pemberian penghargaan Paramadina Award. Penerimanya adalah Susi Susanti (bidang olahraga), Radar Panca Dahana (pers), Dauzan Farouk (mantan pejuang 45 yang membuka perpustakaan keliling di Yogyakarta), dan Dr. Arif Budi Witarto (peneliti biologi molekuler di LIPI).

Kemudian Andika Putra (siswa SMU I Sutomo Medan, peraih medali emas di Olimpiade Fisika Internasional di Spanyol) Slank (bidang musik), dan Bambang Endro Pramudito (mahasiswa Paramadina yang meraih penghargaan best design otomotif di Gaikindo Auto Expo 2005).

Tokoh-tokoh yang hadir, antara lain Wiranto, Salahuddin Wahid, Jimly Assiddiqie, Soetrisno Bachir. Mereka duduk satu meja. Kemudian Jakob Oetama, Akbar Tandjung, Anwar Nasution, dan Todung Mulya Lubis, juga satu meja.

Entry filed under: 3. PENGHARGAAN, Paramadina Award. Tags: .

Critical Mass Peneliti Indonesia Tidak Pernah Terwujud Ramadan bagi Ilmuwan

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Categories

January 2008
M T W T F S S
     
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Blog Stats

  • 117,991 hits

%d bloggers like this: