Bidang Bioteknologi Perlu Disatukan

January 4, 2008 at 11:00 pm Leave a comment

[Suara Pembaruan, Senin, 17.10.2005; Oleh Sulung Prasetyo] Jakarta – Menyatukan berbagai pihak dalam lokasi geografi, bukanlah perkara mudah. Bila penyatuan tersebut bisa, tak ayal kekuatan akan menggelora dan kemenangan di depan mata. Bidang bioteknologi pun berwacana untuk menyatukan diri dalam satu lokasi.Penyatuan hadir dari kesadaran kolektif, yang timbul dari berbagai kesamaan latar belakang, dan memiliki harapan berbarengan, menuju masa depan.

Sebenarnya proses penyatuan ini, secara kasatmata tidak sedikit pun menunjukkan paradigma negatif, bahkan cenderung ke arah positif. Ini termakna pula dari peribahasa lama, “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”.

Paradigma ini pula yang kemudian menyebar ke berbagai sektor kehidupan. Dalam teknologi pun, kesadaran tersebut tampaknya mulai menggejala. Seperti pada keinginan berkumpulnya berbagai pemangku kepentingan dalam bidang bioteknologi dalam sebuah lokasi geografis. “Hal ini dikenal sebagai klaster,” ucap Dr Arief Budi Witarto, peneliti sosial dari Istecs-Jepang.

Witarto yang berbicara dalam seminar “Peran Klaster dalam Inovasi Industri Bioteknologi dan Teknologi Informasi”, di Jakarta, Selasa (6/12) lalu, menyatakan kalau masalah penyatuan seperti ini bukanlah hal baru. Banyak contoh mengenai hal ini yang dapat dikemukakan, seperti Silicon Valley di AS, yang merupakan contoh klaster dalam bidang teknologi maju, atau bisa juga dikemukakan klaster dalam bidang hiburan di AS, yang terpusat di Hollywood. “Jadi secara global, klaster menguntungkan, karena bisa meningkatkan produktivitas perusahaan, mendorong proses inovasi, dan merangsang pembentukan bisnis baru,” ujarnya.

Bioisland

Menyadari kebutuhan tersebut maka hadir ide untuk menyatukan berbagai komponen dalam bidang bioteknologi, dalam sebuah klaster bernama Bioisland. “Di dalam wahana ini nantinya akan berkumpul orang-orang yang memahami masalah riset, regulasi dan komersialisasi bidang teknologi,” urai Dr Meika Syahbana Rusli, Koordinator Tim Pengembangan Bioisland dari Kementerian Riset dan Teknologi. “Hingga nantinya berbagai masalah mengenai bidang ini dapat diselesaikan dan direkomendasikan ke berbagai pihak yang berwenang atau membutuhkan,” tambahnya.

Keinginan tersebut juga yang kemudian mengemuka dalam seminar, di mana ternyata banyak masalah dalam bidang ini tersimpul dalam masalah regulasi atau perundangan.

Seperti ucapan Edwin D Saragih dari Monsanto, yang mengeluhkan masih kurang kuatnya sistem perundangan di Indonesia mengenai hal ini. Karena masalah itu juga, kemudian banyak proyek yang ingin diusahakan oleh perusahaan tersebut terhambat.

“Seperti kasus pelepasan kapas transgenik, karena kurang kuatnya perundangan maka usaha ini harus berhenti saat sekarang,” ujarnya.

Selain itu, masalah standar-standar internasional juga dicermati oleh berbagai perusahaan yang turut hadir. Seperti dari Kalbe Farma, yang mengharapkan standarisasi penelitian atau uji kelayakan secara internasional. “Percuma bila kami memercayakan sistem pengujian kepada lembaga ini, bila ternyata tidak memenuhi standar internasional. Karena kami harus mengulang lagi sistem pengujian tersebut,” urainya.

Secara garis besar tak ada pihak yang merasa merugi, bilamana keinginan pembangunan Bioisland ini memang benar dilakukan.

Tinggal komitmen pemerintah dan keseriusan para pelakunya saja, yang kemudian dinantikan.

Entry filed under: 2. RISET, Bioisland & Klaster. Tags: .

Ramadan bagi Ilmuwan UGM Gelar Research Week 2006

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Categories

January 2008
M T W T F S S
     
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Blog Stats

  • 117,955 hits

%d bloggers like this: